Wah dah lama gak update ini blog. Maklum kerjaan kantor sibuk sekali, dan lumayan juga hasil kerja jadi tukang pijit keyboard. Pekerjaan tukang pijit ini sangat menyita waktu, akibatnya sawah-sawah web jadi kering akibat kurang dicangkul. Demikian juga nasib hewan ternak blog yang kurus kering dan penyakitan karena jarang dikasih makan. Tapi syukurlah ada beberapa sawah yang sudah dipasangin sistem pengairan otomatis masih menghasilkan. Jadi nambah-nambah periuk nasi.
Salah satu sawah yang subur adalah sawah yang ditanami Amazon. Biasanya dalam tempo 3 bulan bisa panen. Sengaja hasil panenan saya hold sampai USD 1000, baru dipanen. Ini contoh hasilnya :
Lumayan bukan. Dan menjelang akhir taun hasil panenan dari amazon semakin menggiurkan.
Tekniknya sih biasa aja. Tinggal review produk-produk yang laris di Amazon. Biasanya dilihat dari sales ranking-nya. Produk yang saya sukai adalah kategori elektronik. Meskipun kata orang saingannya banyak dan komisinya kecil (max cuma 4%, untuk komputer max 30$), tapi peminatnya banyak. Mungkin karena pangsa pasarnya orang IT yang sudah biasa bertransaksi lewat internet. Sepanjang jualan di amazon saya sudah berhasil jualan beberapa TV Sony Bravia 42″ seharga 2000 USD. Lumayan. Review produk biasanya bahannya diambil dari komentar customer-customer amazon sendiri. Selain itu juga dari web-web lain yang jualan produk sejenis. Kalau mau lebih gampang lagi kita bisa bayar orang untuk tulis review. Murah kok, ada yang mau dibayar 1$ untuk review 200 kata. Cari aja di forum adsense-sby.com.
Setelah merivew produk-produk amazon, tinggal kita cari link sebanyak-banyaknya ke web kita (atau link langsung ke postingan kita). Sekali lagi, cara tercepat adalah beli link. Biasanya saya cari di forum digital point. Tapi kalau rajin dan banyak waktu, bisa bikin link sendiri dengan kasih komen di blog-blog orang lain, iklan baris atau bikin blog-blog gratisan.



Pertanyaan yang sering muncul mengenai Google Page Rank adalah, “Apakah hubungannya antara Google Page Rank dengan SERP (Search Engine Result Page atau hasil perncarian dari Search Engine) ?”. Sering kali kita dapati website yang PR-nya rendah bisa muncul lebih bagus daripada web yang mempunyai PR lebih tinggi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kalau begini, apakah gunanya PR? Kenapa para webmaster masih mengejar link dari web ber-PR tinggi, jikalau PR tidak berpengaruh pada SERP? Masih relevankah PR?
Baru aja selesai nonton film ‘Untraceable’. Ceritanya tentang FBI yang mengejar serial killer yang berjulukan Internet Killer. Disebut demikian karena serial killer ini pada saat membunuh korbannya dia men-streaming-nya live lewat website killwithme.com. Semakin banyak orang yang nonton atau online, si korban akan lebih cepet mati. Bagi para blogger atau webmaster yang wants traffics for their website so badly; please don’t try this
Google update PR lagi, seperti biasa ada web yang dibabat jadi PR0 gara-gara paid review. Web yang gak untuk paid review rata-rata naik semua. Lucunya ada satu web yang memang disiapkan untuk paid review, tapi belum ada paid review-nya sudah kena babat juga dari PR3 ke PR0. Ini semakin memperkuat dugaan saya bahwa dalam memberi PR penalty, Google bersifat ‘kira-kira’. Walaupun web kita gak terima paid link, kalau Google mencurigai, web tersebut bisa kena penalty juga.

Baru abis nonton Bank Job. Cukup seru, diangkat dari kejadian nyata tentang pembobolan bank di London tahun 70-an. Pemain yang saya kenal cumin satu sih sebenernya, cumin Jason Statham Ceritanya tentang sekelompok penjahat amatir yang membobol safety deposit sebuah bank. Tanpa sadar mereka membawa dokumen-dokumen penting milik orang-orang penting dan berbahaya. Ada foto adegan sex putri dari anggota kerajaan Inggris. Foto tersebut digunakan oleh penjahat pengedar obat bius dan perdagang wanita untuk mendapatkan kebebasannya. Ada juga dokumen milik gembong mafia prostitusi dan produser film porno. Dokumen tersebut berisi catatat pembayaran suap oleh organisasi kejahatan tersebut kepada polisi-polisi di London. Yang terakhir, ada pula foto anggota parlemen Inggris yang sedang melakukan adegan seks S&M di rumah bordil.